Istilah beering wall berarti dinding yang bisa digunakan sebagai penahan beban yang ada diatasnya untuk didistribusikan pada pondasi. Dinding merupakan bagian dari bangunan yang berfungsi untuk memberikan batasan antar ruangan. Ada beberapa jenis dinding antara lain:
1. Dinding struktural
Merupakan dinding yang berfungsi secara struktural dalam menahan gayagaya yang ada diatasnya seperti atap. Selain itu material yang digunakan tanpa menggunakan beton dan tulangan tapi secara struktur mampu menahan gaya atap dengan kondisi tertentu.
2. Dinding non-struktural
Merupakan dinding yang secara fungsi untuk memberikan batasan antar ruangan yang ada pada suatu bangunan. Material yang paling banyak digunakan adalah seperti kayu dan kaca, konstruksinya tidak memberikan pengaruh struktur pada bangunan.
3. Dinding partisi atau penyekat
Merupakan dinding yang berfungsi untuk memberikan batasan secara vertikal pada suatu bangunan dan material yang paling sering digunakan adalah gypsum dan triplek.
Suatu dinding terdapat beberapa fungsi, yaitu sebagai bagian atas bangunan seperti atap dan plafond, membagi ruangan, serta melindungi dari cuaca panas. Bahan dinding begitu banyak dari yang terbuat dari material alam hingga yang telah dicetak di pabrik. Material yang sering digunakan sebagai campuran untuk pasangan dinding antara bata merah, batako, bambu, kayu, triplek, Glassfibre Reinforced Concrete (GRC), hebel, dan pelepah kelapa.
Menurut Leksono dkk, (2012), Suatu bangunan yang memiliki lantai banyak akan memberikan pengaruh pada kondisi dinding seperti kekuatan dan kekakuan pada sisi dinding dan juga memberi pengaruh terhadap kondisi elemen strukturalnya sehingga dalam merencanakan suatu bangunan perlu memperhitungkan kondisi tersebut.
Sumber :
Ilmu Bahan Bangunan,
Leksono, dkk, 2012, Studi Pengaruh Kekuatan dan Kekakuan Dinding Bata pada Bangunan Bertingkat, Jurnal Teknik ITS, Volume 1, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.



Komentar
Posting Komentar